Elan terus mengecup lembut puncak kepala Ayuna sambil mendekap mesra tubuh wanitanya. Setelah melewati hari yang panjang bersama anak-anak, Elan baru memiliki waktu berdua dengan sang istri malam ini, saat triplets sudah terlelap. “Sayang …. Sudah mengantuk?” bisik Elan sambil mengurai sedikit pelukan mereka agar bisa saling bertatapan satu sama lain. Ayuna langsung menggeleng, sambil mencebikkan bibirnya dengan ekspresi merajuk. “Tidak bisa tidur sebelum kita bicara, Mas …” Elan langsung terkekeh, sudah hapal dengan tabiat sang istri yang memang selalu tidak bisa menahan diri untuk menyelesaikan sesuatu yang mengganjal di antara mereka. Dan cara Ayuna yang selalu ingin menyegerakan komunikasi di antara mereka agar masalah tidak semakin berlarut adalah sesuatu yang sangat Elan s

