“Mama …” Panggilan itu membuat Ayuna yang baru saja keluar dari kamar Double O langsung tersenyum, dia mendapati Kafyn yang menatapnya dengan tatapan yang masih coba Ayuna terjemahkan. Di antara anak-anaknya yang lain, rasa-rasanya Ayuna lebih sulit untuk memahami ekspresi dan perasaan putra sulungnya itu. Persis seperti sang papa dari kacamata orang awam yang selalu menunjukkan wajah tanpa ekspresinya. “Adik belum bangun, Ma?” “Belum, Abang … Kenapa? Abang butuh sesuatu? Apa yang bisa Mama bantu?” tanya Ayuna lembut sambil mendekati anak laki-lakinya itu. Kafyn terlihat ragu lalu menggeleng pelan, namun Ayuna tau ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh putranya itu. Ayuna sampai berlutut, meraih kedua tangan sang putra dan menatapnya penuh cinta. “Mama tau ada sesuatu yang ing
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


