Bibir pria itu langsung mengukir senyum geli saat membuka mata dan mendapati pemandangan yang menyegarkan mata hingga membuat jakunnya refleks naik turun dengan kasar. Bagaimana sang istri yang masih begitu lelap, dalam posisi telentang tanpa sehelai benang sungguh pemandangan paling menawan yang memanjakan netra Elan. Pria itu menggigit bibirnya gemas, kembali menatap lekat pada ranjang mereka yang cukup berantakan, dengan satu bantal yang terlempar ke ujung ranjang, belum baju-baju mereka mulai dari underwear hingga piyama yang tercecer di sekitar ranjang. Oh Tuhan … Elan mendesis sendiri mengingat beringasnya dia tadi malam, menggagahi sang istri tanpa pernah merasa cukup hingga membuat Ayuna begitu kelelahan. Seperti biasa. Bukan … Elan tidak berlaku kejam dengan memaksakan per

