Bab 141 | Amunisi yang Sempurna

2836 Words

Elan menutup berkas terakhir yang perlu dia review dan tanda tangani di hari itu, matanya melirik pada ponsel sambil menghitung dalam hati untuk menebak pesan yang akan masuk tidak lama lagi. Dan senyumnya langsung cerah merekah saat dalam hitungan ke lima ponselnya benar-benar berdenting pendek, pesan yang selalu Elan tunggu dan bisa dia pastikan kapan pesan itu akan menyapanya. Seperti sekarang ini! Tepat di jam pulang Elan pesan itu datang, seperti hari-hari sebelumnya. -Emergency! Our tiny little babies can’t wait for Papa any longer!- Elan langsung terkekeh sendiri membaca pesan yang lebih mirip seperti ‘alarm harian’ canggih yang hanya ada di pengaturan ponselnya dan tidak ada satu orang pun di dunia ini yang memilikinya. Ayuna selalu mengirim pesan tepat di jam kepulangan,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD