Elan melirik sekilas ke arah taman saat menuju ke ruang kontrol utama, tempat pesta masih terlihat ramai, dan Elan melihat Papa masih berbincang dengan para iparnya, pasti Papa yang membuat suasana tetap kondusif dengan beralih menjadi tuan rumah menggantikan Elan dan mengatakan jika Ayuna perlu beristirahat di kamar. Tarikan napas Elan terasa mencekiknya memikirkan bagaimana kondisi Ayuna yang sesungguhnya sangat rapuh. Dia pikir semuanya hampir selesai saat obrolan mereka tadi pagi, Elan hanya cukup bergerak untuk memastikan serangan itu, lalu membumihanguskan mereka tanpa ampun setelah dia memastikan semuanya valid dan pelakunya terkunci, namun kenyataannya, serangan itu telah berhasil membuat Ayuna tumbang. "Brengsekk!" Elan mengumpat keras, sangat yakin jika ini adalah ulah Danua

