“M-mas …” Air mata Ayuna langsung jatuh satu persatu melihat pada underwear-nya yang masih menggantung di kedua kakinya, ada bercak darah yang cukup pekat dengan warna merah kecoklatan di sana, dan Ayuna tau dia dan Baby Triplets tidak baik-baik saja sekarang. Jantung Ayuna rasanya direnggut paksa dari rongganya dengan wajah yang sudah pucat pasi saat menyadari apa yang terjadi pada dirinya. “Mas!” Ayuna langsung memekik kecil sambil membekap mulutnya. “A-ku …. berdarah … Mas … Baby Triplets?” Ayuna langsung mencengkeram kuat bahu suaminya dengan tatapan yang terkunci pada perut buncitnya, satu tangannya langsung mengusap lembut perutnya dengan penuh hati-hati, pun air matanya berlinang semakin banyak. “Tenang, ya, Sayang. Selesaikan dulu, ya? Jangan panik atau kamu akan semakin t

