Yuni membuka matanya dan ia melihat sosok Kelvin yang ternyata tidak berada disampingnya, namun terdengar suara gemercik air dari kamar mandi. Yuni terduduk dan ia mengucek kedua matanya, tubuhnya merasa sangat lelah, namun hatinya terasa sangat hangat. Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka dan sosok tampan itu keluar dari kamar mandi, dengan hanya menggunakan handuk dipinggangnya dengan rambutnya yang basah. Kelvin mengusap rambutnya dengan handuk dan ia menatap Yuni dengan tatapan dalam. Ia mendekati Yuni membuat jantung Yuni berdetak dengan kencang. "Mau dimandiin atau mandi sendiri?" Tanya Kelvin. "Mandi sendiri," ucap Yuni. "Oke, sekarang kamu mandi dan setelah itu kita sholat subuh berjamaah!" Ucap Kelvin. "Iii...iya Mas," ucap Yuni gugup. Ia masih saja tidak menyangka jika

