Bab 103

1387 Words

Wajah pias dan keterkejutan nampak jelas di wajah Aisyah, sedangkan Nisa, dia masih nampak kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi. Aisyah menggelengkan kepalanya, sampai beberapa detik kemudian dia kembali tenang. “Mas, jadi ini hadiah yang kau katakan?" Gadis itu tersenyum getir, ternyata dia tertipu oleh kata-kata manis Dirga, dan bodohnya langsung percaya tanpa curiga sedikitpun. Obsesinya membuat dia linglung dan melupakan sesuatu yang kemungkinan besar menjebaknya. “Paman, lakukan apa yang sudah aku persiapkan, aku ingin dunia tau dan menyaksikan betapa liarnya wanita bercadar itu." Ucap Aisyah kepada mantan Asisten Arlan. Mendengar itu seketika mata Nisa melebar dan panik, ketakutan. “Bang.. " Suaranya bergetar, tetapi Dirga tetap santai tidak ada ketakutan sama sekal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD