Bab 102

1531 Words

Nisa terperangah mendengar jawaban suaminya, sebegitu santainya Dirga. Apakah pria itu tidak tahu jika kamar utama begitu banyak kenangan mereka berdua? Bahkan di setiap sudutnya memiliki kenangan yang tidak akan pernah terlupakan dan sekarang Dirga membiarkan Aisyah masuk juga tidur di ranjang mereka? Senyum getir dengan rasa sesak di d**a, sakitnya dua kali lipat dari ketika dirinya di poligami oleh Rayyan dulu. “Permisi Pak Dirga, ini gaun pengantin yang Pak Rayyan pesan untuk Anda." Belum selesai keterkejutan Nisa, kini kembali di hantam dengan kedatangan gaun pengantin. Nisa melihat kearah mantan suaminya, Rayyan menggaruk alisnya yang tidak gatal, dia merasa tidak enak hati, tetapi semua karena permintaan Dirga. Dirga memijat pangkal hidungnya, kepalanya mendadak pusing, na

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD