Dia menceritakannya

1444 Words

Setelah selesai makan, Aisila merasa sangat gugup apalagi hanya ia dan Tegar yang berada didalam apartemen ini, ia bingung harus apa yang harus ia lakukan saat ini. Ia akhirnya ingat jika tadi ia berniat untuk membeli sesuatu, ia melihat Tegar sedang duduk disofa dan Tegar sedang memainkan ponselnya. Sebenarnya Aisila merasa sangat canggung saat ini dan ia ragu untuk mendekati Tegar. Ia memutuskan untuk menuju ke kamar, namun suara Tegar menghentikan langkah kakinya. "Mau kemana kamu?" Tanya Tegar menatap Aisila dengan tatapan menyelidik. "Ke kamar mau ambil dompet, aku tadi kan bilang Mas aku butuh perlengkapan basic kayak sambun wajah gitu dan ada beberapa barang juga yang mau aku beli," ucap Aisila. "Kenapa nggak besok saja?" Tanya Tegar. "Aku nggak ada sabun cuci muka Mas kalau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD