Aisila menatap laki-laki yang menyambutnya itu dengan tatapan menilai, apalagi laki-laki itu melakukan hal yang sama yaitu menatapnya dengan tatapan menilai. Harusnya Aisila tidak berada dilantai ini, apalagi ketika melihat pintu besar yang ada di lantai ini sepertinya lantai ini bukanlah lantai di mana divisi pemasaran berada tapi lantai ini merupakan tempat CEO perusahaan ini bekerja. "Perkenalkan saya Erik Bu dan saya asistennya Bapak," ucapnya membuat Aisila menganggukkan kepalanya. "Saya Aisila dan panggil saja saya Ai," ucap Aisila memperkenalkan dirinya dan ia tersenyum ramah. "Ibu untuk sementara ini, itu kubike Ibu," ucapnya menunjuk kubikel yang berada di baris depan membuat Asila menelan ludahnya. "Maaf Pak Erik saya mau tanya, bukanya saya harusnya kerja dibagian pema

