Tegar terlihat sedang sibuk dengan bekasnya yang menumpuk diatas meja, hingga Aisila menghela napasnya karena ia sangat kesal dan bebicara dengan Tegar, pasti akan menguras emosinya. Posisinya saat ini berbanding terbalik dengan ia yang dulu yang sangat sering mengganggu Tegar, tapi sekarang ia yang menjadi terganggu dengan sikap Tegar yang aneh padanya. Harusnya, jika Tegar membenci dirinya, Tegar tidak menepatkannya agar bekerja di satu lantai seperti ini dengannya. Saat ini bukanya ia bsia menghindari Tegar tapi ia akan sering bertemu dengan Tegar suaminya ini. "Mas..." panggil Aisila karena sejak ia berada diruangan ini berdua saja, Tegar seolah sengaja mengacuhkan kehadirannya. Tegar mengangkat wajahnya dan ia mengalihkan pandangannya kepada Aisila yang duduk dihadapannya. Ta

