Minta Cium

1203 Words

Galang datang ke kantor Dirga dengan wajah kusut. Rambut acak-acakan, mata sayu, tubuh membungkuk seperti orang kehilangan semangat hidup. Di hadapannya duduk tiga sahabatnya—yang menatapnya dengan tatapan prihatin campur geli. "Jadi—" Dirga memulai obrolan, "Bening mau ke Jepang seminggu dan kamu… kayak gini?" "Iya." Galang menjawab dengan suara serak—seperti orang tidak tidur berhari-hari. "Lang, bukannya baru rencana. Belum berangkat." Mahen mengingatkan sambil menyeruput kopi. "Tapi besok dia udah berangkat!" Galang menatap Mahen dengan tatapan putus asa. "Besok pagi jam 6. Berarti tinggal—" Dia melirik jam tangan, "14 jam 23 menit lagi!" Ketiga sahabatnya terdiam. Lalu tertawa terbahak-bahak. Dirga tertawa paling keras sambil memegang perutnya. "Lang, kamu ngitung sampe menit?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD