Aku tidak tahu apa yang di lakukan oleh Wendy, tapi aku cukup puas melihat Sarah snagat berantakan dan bahkan dia sampai terkurung di kamar mandi. Seharusnya tidak perlu di selamatkan sampai keesokan harinya. Itu lebih bagus. "Tidur sayang, katanya capek." Ucapku lembut. Saat ini Wendyku yang manis sedang menempel seperti cicak di punggunhku. Aku hanya sedikit mnggodanya saja saat melepas gaun pengantinnya tadi. Aku tahu dia kelelahan, dan aku tidak ingin istriku sampai masuk Rumah Sakkt lagi. Karena itu aku mengalah dan menyuruh Resa diam sekalipun dia sesikit menggeliat melihat punggung indah istriku tadi. "Nanti, nunggu kamu selesaiin kerjaan." Jawabnya dengan nada manja. "Ya kalau kamu nempel gitu gimana aku mau konsen sayang. Yang ads Resa nanti bangun." Desahku mengundang kikikan

