Wajah dokter Fajar tampak serius meneliti lembaran - lembaran hasil pemeriksaan yang dibawa oleh Disti dokumen lengkap dari klinik fertilitas di Singapura. Jari - jarinya menyusuri tabel hormonal, catatan USG, serta grafik pertumbuhan folikel dengan ketelitian yang menandakan pengalaman panjang di bidangnya. Ruangan konsultasi itu hening. Disti duduk dengan kedua tangan menggenggam erat tangan Dharren, menanti dengan napas tertahan. Meski ruangan itu didesain senyaman mungkin, lengkap dengan pencahayaan lembut dan aroma eucalyptus yang menenangkan, suasananya tetap terasa sedikit mencekam bagi Disti. Seperti ruang pengadilan bagi harapan - harapannya. Akhirnya, dokter Fajar meletakkan lembaran terakhir dan membuka pembicaraan dengan suara yang tenang tapi mantap. "Saya sudah pelajari ri

