Bertemu Dokter Fajar

2259 Words

Pagi ini, Disti terbangun lebih awal dari biasanya. Langit masih gelap, bahkan waktu subuh pun belum menyapa. Hanya suara hujan rintik dari luar jendela yang mengisi kesunyian, seperti denting perlahan yang menenangkan dan sekaligus menggelisahkan. Suasana kamar terasa seperti ruang rahasia sunyi, tenang, namun sarat dengan harapan yang belum bernama dan ketakutan yang tak berwajah. Di sebelahnya, Dharren masih tertidur. Nafasnya tenang, d**a naik turun dalam ritme yang teratur. Satu tangan menggenggam selimut, satu lagi tertelungkup di samping bantal. Wajahnya tampak lebih muda saat tertidur, seolah semua beban pekerjaan dan ketegangan hari-hari sebelumnya sirna hanya karena mimpi. Disti menatapnya lama ada rasa hangat, ada rasa takut kehilangan, ada cinta yang tetap diam di tengah badai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD