Rumah duka masih dipenuhi suara lirih para pelayat yang datang silih berganti. Beberapa mobil terus berhenti di depan rumah, menurunkan orang - orang yang ingin memberikan ucapan belasungkawa. Karangan bunga berjejer rapat di sepanjang jalan, warna - warni bunga yang seharusnya indah kini terasa sendu di tengah bendera kuning yang berkibar di ujung jalan. Udara siang yang lembap bercampur aroma melati dan sedap malam membuat hati semakin berat. Yangti Wendy duduk di karpet di tengah ruang keluarga, wajahnya pucat dengan mata sembab. Semalaman ia tidak tidur, bahkan sekadar memejamkan mata pun terasa mustahil. Sejak kepergian suaminya, waktu seolah berhenti untuknya. Pagi tadi ia hanya sempat dipaksa menelan dua suap nasi dan segelas teh manis hangat oleh Popa, maksudnya agar tubuhnya ti

