Langit Jakarta sore ini sedikit mendung. Seolah ikut menyerap perasaan yang campur aduk dalam diri Pak Windra yang baru saja tiba kembali dari Singapura. Roda koper kabinnya menggelinding pelan di lantai terminal kedatangan Internasional Bandara Soekarno Hatta. Tak ada Yasmin yang menyambut seperti dulu. Yang ada hanya keheningan dan perasaan dingin di dadanya, dingin yang berasal dari prasangka yang belum ia ungkapkan ke siapa - siapa, kecurigaan yang tidak tahu kapan bisa dibuktikan. Lawatannya ke Singapura selama dua hari terasa seperti perjalanan paling bermakna dalam hidupnya dalam lima belas tahun terakhir. Ia bertemu dengan Ina, anak perempuannya yang dulu jauh darinya. Dan dalam dua hari itu pula, hubungan mereka yang sempat retak, perlahan melebur menjadi kehangatan kembali. Ia b

