Malam ini sunyi. Lampu tidur berpendar lembut di sudut kamar, menenangkan setelah hari yang panjang. Disti duduk di meja kerja kecil yang biasa dipakai Dharren, terletak di sisi kanan ranjang mereka. Tangannya sibuk mencoret - coret halaman pertama dari sebuah buku bersampul cokelat muda. Di tengah kesibukan itu, ia tampak bersemangat, matanya berbinar meski tubuhnya sedikit letih. Di halaman pertama buku itu, ia menulis dengan hati - hati: Hari pertama memulai perjalanan jadi ibu. Semoga Allah izinkan. Tangannya berhenti sejenak. Ia menghela napas panjang, lalu tersenyum kecil pada tulisannya sendiri. Dharren baru saja keluar dari kamar mandi, rambutnya saja masih basah karena ia baru saja keramas, masih ada air yang menetes pelan di leher. Ia menyeka kepalanya dengan handuk kecil sam

