Sudah satu minggu sejak Disti memulai siklus keduanya. Wajahnya mulai ditumbuhi jerawat kecil - kecil yang perih jika disentuh. Setiap kali bercermin, ia merasa seperti sedang menatap orang asing kulitnya yang biasanya bersih kini dipenuhi bintik merah, dan itu cukup untuk membuatnya kehilangan percaya diri. Namun, lebih dari itu semua, perubahan sikapnya yang paling terasa. Disti menjadi mudah tersinggung, bahkan untuk hal - hal sepele. Dharren sudah membaca tentang kemungkinan efek samping terapi hormon. Ia tahu, secara teori, mood swing adalah hal yang wajar. Namun teori dan kenyataan sering kali tak berjalan seiring. Menghadapi Disti yang kini seperti ranjau berjalan, adalah tantangan yang menguras tenaga dan kesabarannya. Pagi ini, ketika sinar matahari menembus tirai ruang makan,

