Emosi Meledak

2908 Words

Suasana kafetaria rumah pagi ini mulai ramai, dan hangat. Udara dari pendingin ruangan bercampur dengan aroma kopi dan makanan ringan. Di Tengah ruangan, tiga pria duduk mengelilingi satu meja. Mereka tampak duduk santai, sesekali tertawa pelan. Salah satu dari mereka adalah Dhannis, mengenakan baju praktik dokter yang masih rapi, Sebentar lagi jam prakteknya akan mulai tapi dia masih 'terjebak' di kursinya. Om Rayyan, Omnya Ina, masih tersambung dengan papa Azki di teleponnya. "Iya, papanya Ina. Lo udah dikenalin belum sama Ina, pacarnya Dhannis?" tanya Om Rayyan sambil melirik ke arah Dhannis yang sedang menyimak pembicaraan. Papa Azki tertawa pelan. "Udah dong, gue udah beberapa kali ketemu Ina. Tapi kan belum pernah ketemu papanya. Tahun baru kemarin Ina juga sama - sama kita di Ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD