Adel yang baru saja masuk dari pintu depan langsung berhadapan dengan mamanya yang berdiri kaku di antara ruang tengah dan ruang makan. Suasana rumah sunyi, hanya suara angin malam yang menggerakkan tirai jendela. Jam di dinding menunjukkan pukul delapan malam. Adel masih mengenakan rok seragam sekolahnya, meski atasannya sudah diganti dengan blus pendek berwarna gelap. Tas sekolah masih tergantung di bahunya, seolah - olah menjelaskan kalau ia bahkan tak sempat pulang ke rumah sejak pulang sekolah tadi. "Dari mana kamu baru pulang jam segini?" Suara Yasmin terdengar tegas, nyaris menusuk. Wajahnya menegang, ekspresi campuran antara marah, cemas, dan lelah. Ia sudah menunggu kepulangan Adel dari sore tadi, sejak sopir pulang sendiri tanpa Adel. "Main," jawab Adel ringan, tanpa menoleh, s

