Kayaknya Aku Siap

2006 Words

Di sebuah kafe kecil di wilayah Kemang, dua perempuan duduk berhadapan di meja sudut dekat jendela besar yang menghadap ke jalan. Suasana sore itu cukup tenang. Musik akustik mengalun pelan dari pengeras suara, menyatu dengan suara mesin kopi dan sesekali tawa pelanggan lain. Di meja mereka masih tersisa seporsi apple pie yang tinggal remah - remahnya dan seiris tiramisu yang sudah tak utuh, sementara dua gelas kopi dingin mulai mencair pelan. Disti menyender di kursinya, wajahnya terlihat lelah meskipun senyumnya tetap sopan. Gaby, sepupunya sekaligus sahabatnya sejak kecil, duduk menyilangkan kaki sambil memutar sendok kecil di dalam gelas. Mereka baru saja pulang dari rumah Om Sigit, adik kandung ayah mereka yang baru keluar dari Rumah Sakit Fatmawati setelah dirawat selama tiga hari.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD