Minggu - minggu pertama setelah kepastian hasil tes kehamilan itu terasa seperti berjalan pelan bagi Disti. Setiap pagi ia bangun dengan perasaan campur aduk, antara bahagia, lega, dan sesekali masih ada rasa tidak percaya. Belum ada tanda - tanda ngidam yang sering ia dengar dari cerita saudara - saudara iparnya minggu lalu. Tidak juga mual yang berlebihan. Justru yang ia rasakan hanya sedikit lelah, mudah mengantuk, dan sesekali perut terasa kembung. Disti bahkan sempat berpikir bahwa mual yang ia alami beberapa waktu lalu mungkin memang benar karena stres, bukan semata - mata karena kehamilan. "Kalau benar hamil, kok aku nggak merasa apa - apa ya, Mas?' gumamnya suatu malam, saat ia duduk di tepi ranjang. Dharren yang baru selesai membaca laporan kerjanya di depan laptop langsung men

