Hari - hari itu terasa berjalan sangat lambat bagi Disti dan Dharren. Setiap detik seolah bergerak dengan enggan, membuat mereka seperti terjebak dalam ruang tunggu tanpa akhir. Sejak dua hari lalu, mereka sudah menaruh harapan besar setelah pemeriksaan beta HCG menunjukkan tanda awal kehamilan. Hasil itu memberi secercah cahaya, tapi dokter menegaskan bahwa kepastian hanya bisa diperoleh melalui perkembangan angkanya, jadi harus dilakukan pemeriksaan ulang darah minmal empat puluh delapan jam kemudian. Mereka sudah bersiap mental untuk hari ini, berusaha meyakinkan diri bahwa semua akan berjalan lancar. Namun, jam tujuh tadi, sebuah pesan masuk ke ponsel Dharren dari pihak rumah sakit. Dokter Fajar, yang seharusnya memeriksa, jatuh sakit dan praktik ditunda hingga Jumat sore. Itu artinya

