Rencana Berubah

2000 Words

Dhanis melompat keluar dari mobilnya secepat mungkin ketika baru saja memasuki gedung parkir Terminal 3. Ia nyaris menjatuhkan kunci mobil yang baru saja dimasukkan ke dalam saku jaketnya. Nafasnya belum teratur; kepalanya menoleh ke kanan dan kiri sambil berjalan cepat menuju kedatangan internasional. Wajahnya sempat menegang. Jalanan sore ini benar - benar mimpi buruk. Ia sudah tahu bahwa hari Jumat selalu macet parah, apalagi sore menuju malam, tetapi hujan deras yang turun sejak siang menambah panjang antrean mobil di sepanjang tol. Hampir dua jam ia duduk gelisah di balik kemudi, padahal biasanya perjalanan ke bandara hanya butuh satu jam paling lama, itu pun kalau kena lampu merah berkali - kali. Padahal saat Ina mengirimkan pesan bahwa ia baru saja mendarat, Dhanis masih di tol, b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD