Panik Nggak? Panik Dong...

2002 Words

Malam turun dengan tenang, tapi hati Yasmin tetap berdebar tidak karuan. Setelah percakapan dengan Adel sore tadi, Yasmin merasa seperti duduk di tepi jurang yang bisa longsor kapan saja. Ia memilih untuk tidak menjawab pesan Andra, dan bahkan tak berani membuka WA nya lagi. Ponselnya kini ia simpan di laci bawah lemari buku, terkunci, jauh dari pandangan Adel. Setelah makan malam sederhana bersama Adel yang berlangsung singkat dan sunyi Yasmin kembali ke kamarnya. Ia menatap bayangannya di cermin cukup lama, hingga samar-samar bayangan itu seolah bukan dirinya lagi. Hingga suara bel pagar depan berbunyi. Yasmin mengerutkan dahi. Sudah hampir jam sembilan malam. Siapa yang datang? suaminya belum pulang, lagi pula tidak mungkin sampai mengebel, Yono pasti langsung membuka pagar otomatis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD