Bab 142. Senja Yang Hangat

1470 Words

Mentari mulai condong ke barat, menebarkan semburat jingga yang menembus sela-sela tirai jendela besar di ruang keluarga mansion keluarga Adnan. Suara tawa anak kecil terdengar lebih dulu sebelum pintu utama terbuka. “Papa pulang!” seru Ian sambil berlari kecil, langkahnya cepat, kaki mungilnya menapak-napak di lantai marmer yang berkilau. Di tangannya masih ada mainan dinosaurus yang tak pernah lepas dari genggamannya. Adnan baru saja melangkah masuk dengan jas biru tua dan dasi yang sedikit longgar. Begitu melihat putranya berlari, ia langsung membuka tangan lebar. “Wah, jagoan Papa udah nunggu, ya!” katanya sambil mengangkat Ian tinggi ke udara. Anak kecil itu tertawa riang. “Papa tadi kelja, ya?” tanya Ian polos. “Iya, tapi sekarang Papa udah pulang buat main sama Ian.” Adnan menc

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD