Keesokan hari, waktu istirahat siang selalu menjadi momen yang paling ditunggu oleh para karyawan di kantor pusat Adnan Group. Setelah setengah hari bergelut dengan laporan, proposal, dan rapat daring yang tak ada habisnya, kantin lantai tiga mendadak ramai oleh suara tawa dan obrolan santai. Aroma ayam geprek dan nasi goreng kampung bercampur jadi satu, menggoda siapa pun yang lewat. Anggi, dengan rambut panjang bergelombang yang terurai rapi, berjalan menuju meja langganannya bersama dua sahabatnya, Santi dari bagian HRD dan Nadya dari divisi marketing. Ia tampak lebih cerah hari ini — mungkin karena kabar yang sedang hangat di kantor: dirinya masuk tiga besar kandidat sekretaris direktur menggantikan Shinta yang akan cuti melahirkan. “Wah, selamat ya, Gi!” seru Nadya sambil menepuk ba

