Bab 95. Tiba-tiba Ngamuk

1279 Words

Lorong menuju kantin di lantai satu PT. Angkasa Putra terasa riuh siang itu. Bau harum masakan dari balik pintu kaca berbaur dengan suara karyawan yang tengah makan siang. Indira mendorong stroller Ian perlahan. Senyumnya merekah begitu melihat sosok-sosok yang sudah lama tak ia jumpai. “Iiinndira!” Suara melengking Kania langsung terdengar, disusul langkah cepatnya bersama Vivi dan Ria. Mereka berlari kecil lalu langsung memeluk Indira erat-erat, seolah rasa rindu yang tertahan berbulan-bulan kini tumpah begitu saja. “Astaga, kamu makin cantik aja!” seru Vivi sambil menepuk-nepuk lengan sahabatnya. Kania mengangguk setuju. “Iya, aku sampai nggak percaya kamu beneran di sini. Rasanya kangen banget, Dir.” Indira tertawa kecil, matanya sedikit berkaca-kaca. “Aku juga kangen kalian. Rasan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD