“Suka sama steaknya?” Zena menganggukan kepalanya pelan. Apa yang sedang dia makan memang cukup enak dan pas di lidahnya. Hanya saja, sejak tadi Zena tak bisa menghilangkan kegugupannya. Bagaimana tidak gugup, saat ini ia tengah makan berdua dengan Justin. Orang yang selama ini jarang atau bahkan tak pernah Zena anak bicara kalau tidak penting. Melihat wanita di depannya mengangguk tentu Justin sangat senang. Ternyata apa yang dia persiapkan tidak sia-sia. Sambil makan Justin terus memandangi wajah Zena yang sangat cantik. Entah apa yang sedang wanita itu fikirkan, tetapi Justin bisa melihat kalau Zena sedikit gugup. Padahal sejak tadi dia tidak membahas atau berbuat apapun. kepala Justin sedikit miring, ia kembali mengamati wanita di depannya. “Zena?” Garpu di tangan Zena jatuh. Kedua

