Bab 18. Maunya Kamu

1275 Words

Lewat ekor mata Zena melirik Justin yang sedang fokus menyetir. Pria itu terlihat sangat tenang, seolah tidak ada beban di dalam hidupnya. Selagi pria itu tidak membuka obrolan, Zena juga tidak inisiatif buka suara. Karena baginya lebih baik diam daripada terlibat pembicaraan dengan pria dewasa di sampingnya. “Ada yang mau kamu bicarakan, Zena?” tanya Justin tanpa menoleh. Pasalnya tanpa perlu melihat dia sudah merasa kalau Zena sedang meliriknya sejak tadi. Zena terkesikap, kepalanya refleks menggeleng. Pandangan wanita itu kembali lurus ke depan tanpa membuka suara. Karena wanita di sampingnya tidak menjawab, Justin menyunjingkan senyumannya. Andai mobilnya sedang berhenti, ingin sekali dia menatap wanita di sampingnya dengan lama. “Perasaan saya ngga mungkin salah. sejak tadi kamu li

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD