Bab 21. Ngga Punya Rencana

1288 Words

“Terus sekarang rencana lo apa, Zen?” Zena menggelengkan kepala sembari memakan ice cream pemberian Cellin. Rencana? Percayalah, Zena sudah tidak memiliki rencana apapun lagi. Memang … apa yang mau diperbuat? Semua sudah terlanjur terjadi, tidak bisa dikembalikan lagi. Melihat temannya mendelikkan bahu Cellin menatapnya dengan lekat. Jika tadi wajah Zena kelihatan suram, kali ini sudah berubah ceria. Apa karena dikasih ice cream? Murahan sekali mood temannya itu. Cellin menghembuskan napasnya perlahan. Jujur saja, saat ini dia jadi bingung. Beberapa menit yang lalu Revinka mengirim oesan, wanita itu mengajaknya untuk bertemu. Tapi mengingat cerita Zena tadi, kenapa rasanya jadi ikutan kesal? Cellin yang tiba-tiba terdiam, membuat Zena menoleh. “Kenapa jadi lo yang diam? Apa yang lagi lo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD