Bab 28. Ngga Bisa Jamin

1209 Words

“Mau nambah pesanan?” Zena yang sedang makan puding menatap Justin. Yaampun, sejak tadi ia disuguhi banyak sekali makanan. Ini kalau Zena tidak pintar-pintar stop, yang ada berat badannya akan bertambah. Dan itu akan menjadi mimpi buruk untuknya. Zena menggeleng, dibalas anggukan kepala oleh Justin. Berbeda dengan Zena yang sedang menikmati puding, sedangkan Justin asik menatap wajah Zena. Siang ini keduanya cukup banyak mengobrol ya walaupun belum ada keputusan siap atau tidaknya dari Zena. “Om?” Justin memajukan tubuhnya, mata pria itu masih tertuju pada wanita di depannya. “Kenapa? Ayo bahas apapun yang sekiranya mengganjal di hati kamu. Mumpung kita masih di sini.” “Soal keinginan Om. Apa Om ngga mikirin reaksi tante Emma nanti?” Tanpa fikir panjang Justin menggelengkan kepalanya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD