Sudah 30 menit berlalu. 30 menit itu juga Zena sama sekali tak menghiraukan perkataan Geraldy. Zena menulikan telinga, apalagi saat pria itu terus meminta maaf. Sesekali Zena tertawa, karena baginya itu sangat lucu. Sudah ketahuan seperti ini baru minta maaf? Andai belum ketahuan, mana mungkin dia seperti ini. Geraldy lelah berbicara karena tak ada tanggapan dari wanita di depannya. Pria itu berusaha meraih kedua tangan Zena yang berada di atas meja. “Aku capek, Gerald, aku mau pulang. Bisa kasih kunci mobilnya ke aku?” pinta Zena dengan lelah. Entah sudah berapa kali dia meminta kunci mobilnya, namun tak digubris oleh pria itu. “Kita udah selesai, selamanya akan tetap seperti itu. Perbuatan kamu itu ngga bisa aku maafin. Itu bukan kesalahan spele. Sekarang silahkan kamu sama Revinka, ja

