Bab 25. Bagaimana Rasanya?

1075 Words

“Bagaimana rasanya semalam, Zena?” Zena yang baru keluar kamar mandi menatap tajam pria yang kini duduk di tepi ranjang. Pria itu masih sama, masih bertelanjang d**a. Senyumnya juga masih terukir, seolah tidak terjadi sesuatu yang besar. Percayalah, itu sangat menjengkelkan di mata Zena. Zena tidak memperdulikan, wanita itu memilih duduk di meja rias, menatap pantulan wajahnya di cermin. Sejujurnya Zena cukup risih dan … malu. Bagaimana tidak, lehernya banyak sekali tanda merah. Zena sangat yakin kalau itu adalah perbuatan Justin. Lewat cermin Zena mencuri-curi pandang kepada Justin yang duduk di belakangnya. “Atau kamu ngga bisa rasain karna terpengaruh obat? Kalau saya boleh ingatkan, semalam yang sangat agresif itu kamu. Saya udah semampunya menghindar, tapi kamu terus narik saya. Sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD