Bab 36. Jangan Mancing

1213 Words

“Om.” Justin mengangkat kepalanya menatap Zena. “Ya?” Zena menggeram frustasi. Saat ini keduanya masih bertahan di atas sofa, tidak ada tanda-tanda akan pindah ke kasur. Namun bukan itu yang membuat Zena blingsatan. Akan tetapi usapan tangan Justin di pahanya. Tangan pria itu seolah mempermainkan. Saat sudah di atas, usapannya kembali turun. begitu saja terus polanya. Melihat wanita di bawahnya rungsing Justin tersenyum puas. Terlihat jelas kalau tikus sudah masuk ke dalam jebakan. Justin mengecup singkat bibir Zena. Namun seolah tidak mau kelepasan, Zena menarik kembali leher Justin sampai bibir keduanya kembali menempel. Entah sejak kapan, tetapi Justin merasa kalau Zena mulai agresif. Kesempatan emas seperti ini tentu tak akan Justin sia-siakan. Ia akan memenfaatkannya dengan sangat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD