Berkali-kali Zena membatin, memohon maaf kepada ayah dan mamahnya karena sore ini ia melanggar janji. Ya, walaupun sudah diancam William pagi tadi, kini selesai bekerja Zena tetap nekat mendatangi apartemen Justin. Zena berharap, semoga saja tidak ada mata-mata utusan William seperti saat kuliah dulu. Karena kalau sampai itu terjadi, pulang nanti Zena akan habis oleh ayahnya. Sebelum turun dari mobil Zena merapihkan rambutnya, menggerai agar kepalanya tidak pusing. Dirasa penampilannya sudah oke, barulah ia turun, masuk ke dalam loby. Kondisi Zena yang lupa pakai masker, alhasil ia dikenali oleh beberapa orang yang papasan. Zena tersenyum kikuk, tetapi ia tetap ramah menyapa balik penggemarnya. “Kak, boleh foto?” “Aku buru-buru sebenarnya. Tapi kalau sekali gapapa, aku bisa. Jadi, foto

