“Jadi, apa yang ingin kalian sampaikan?” tanya Wiska dengan lembut. Wanita itu menatap Justin dan Zena secara bergantian. Kedua tangan Zena sudah saling meremas, ia takut, benar-benar takut dengan respon Wiska. Apakah wanita itu akan meledak-ledak seperti William kemarin? Zena juga takut kalau Wiska orang kedua yang tidak setuju dengan rencana ini setelah Gerald. Kepala Zena menunduk, ia dengan sabar dan was-was menunggu jawaban. “Saya dan Zena akan menikah dalam waktu dekat. Apa Mama setuju?” Luruh sudah pertahanan Zena. Tubuhnya benar-benar gemetar, jantungnya berdegup sangat kencang. Saking gugupnya ia tak berani mengangkat kepalanya. Justin yang duduk di samping Zena membiarkan saja wanita itu menunduk sambil meremas kedua tangannya. Beberapa saat Wiska terdiam, namun senyum di bi

