Bab 42. Sayang Banget?

1093 Words

“Om?” “Iya, Sayang, ada apa? Daritadi kamu ini mau bicara apa, sih? Kenapa selalu ngga jadi?” Simple, namun Zena tersipu. Wanita itu tersenyum malu-malu sambil menundukkan kepalanya. Sayang banget, nih? Astaga, jantung Zena seketika berdegup sangat kencang. Refleks tangan Zena menyentuh dadanya. Hal itu tak luput dari pandangan Justin. Pria itu menyeritkan kening. “d**a kamu sakit? Atau kenapa? Mau ke rumah sakit?” Zena menggelengkan kepalanya. “Lalu kamu kenapa?” tanya Justin lagi. Pasalnya tadi Zena banyak makan, mana tahu dia ada alergi dan tidak menyadarinya. Justin meraih tangan Zena, menggenggamnya erat. “Kamu kienapa, Zen?” sambungnya. “Aku gapapa, Om, sumpah. Jantung aku Cuma berdegup kencang, ngga tau kenapa. Sini tangan Om.” Zena menarik tangan Justin, meletakkan di dadanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD