“Jadi, apa rencana kamu setelah ini, Yah? Setelah apa yang udah Justin katakan kemarin.” Mengingat itu … membuat kepala William pusing. Selain pusing, tentu ia emosi. Mungkin kalau saat ini ia melihat wajah Justin, tangannya tak akan tinggal diam. Sungguh, William belum puas memukuli pria itu kemarin. Baginya itu tidak sebanding dengan dia yang sudah merusak masa depan anak gadis satu-satunya. “Aku jadi kepikiran omongan Justin kemarin. Kalau memang mereka benar sudah melakukannya, bagaimana kalau Zena hamil? Yah, nama kamu pasti akan tercemar. Selain nama kamu, karir Zena juga menjadi taruhan. Kal—” “Lalu maksudnya kamu setuju kalau Zena menikah dengan si b******k itu?” potong William cepat. Pasalnya ia sudah tahu ke mana arah pembicaraan istrinya. Tentu William paham dengan maksudnya,

