“Kamu kenapa akhir-akhir ini Ayah lihat selalu murung? Dan tiga hari belakangan, kamu ngga kelihtan di meja makan. Itu kenapa?” “Maaf.” “Ayah ngga butuh kata maaf kamu, Alzena. Yang Ayah butuhin penjelasan kamu. Kata Mama, kamu berantem sama Gerald? Kalau iya, Ayah mau malam ini kamu selesaikan. Malam ini Ayah udah buat janji sama keluaga Gerald. Dan sekalian Ayah mau bahas soal pertunangan kalian yang selalu diundur.” Kepala Zena terangkat menatap William—ayahnya. Keluarga Geraldy akan datang ke sini? Malam ini? Setelah apa yang Zena lihat, lalu dia harus berhadapan kembali dengan pria itu? Zena menggelengkan kepala, dia tidak yakin bisa sanggup. Melihat putrinya menggelengkan kepala William menyeritkan kening. Apa maksud dari gelengan kepala itu? “Apa maksudnya?” tanya William, menat

