“Ini serius saya ikut gapapa?” “Memang kenapa sampai ngga boleh? Kamu Pamannya Gerald, kamu yang juga akan jadi saksi nanti. Pasalnya, Gerald mau langsung lamar Zena malam ini. Bukan begitu, Gerald?” Geraldy yang duduk di belakang bersama sang paman menganggukan kepalanya. Justin yang baru tau itu cukup kaget. Karena tadi bilangnya hanya makan malam dan membahas kelanjutan soal pertunangan. Membahas, bukan pertunangan sesungguhnya. Tapi yasudah, apa boleh buat. Dia sudah terlanjur ikut. Dia juga ingin melihat Zena. Walaupun seharusnya malam ini mereka dinner berdua, tapi its okay, masih ada hari lain. “Bukannya pembahasan terakhir Zena bilang dia masih butuh waktu, ya?” Justin menatap Geraldy yang duduk di sampingnya. “Kalau nurutin dia, pertunangan kita ngga akan pernah terjadi, Paman

