Bab 34. Harus Ada Resiko

1273 Words

“Ini kenapa suasananya tegang banget ya? Apa ada yang aku kewatin semalam?” Riella sambil makan melirik suaminya. Apa yang Daniel katakan benar, meja makan tidak sehangat biasanya. Pagi ini benar-benar terasa tegang dan dingin. Biasanya juga selalu ada obrolan, bahkan ocehan Zena. Tapi kali ini … wanita itu diam seribu bahasa. Semalam ia dan sang suami memang pulang malam, dan pas pulang tidak ada apa-apa. Tapi ia yakin kalau sudah terjadi sesuatu. Karena tak ada tanggapan, Daniel menatap Ayah, Mama, dan sang Adik secara bergantian. Ketiganya kompak diam seperti sedang perang dingin. Wajah Adiknya juga terlihat muram, matanya sembab kembali. Apa Geraldy kembali berulah? “Dek?” tegur Daniel. Zena menggelengkan kepalanya. Pagi ini ia tak ingin membahas apapun. Apalagi membahas yang semal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD