Ayna maju lagi selangkah, mengikis jaraknya dengan Varrel. "Saya mau tidur sama Bapak! Di unit saya ada hantu!" "HAH?!" Meta Ayna menerjap mendengar sahutan pria di depannya. Boleh saja kaget, bisa dibilang itu pekikan tak terduga. Tubuh Ayna kembali mundur menjaga jaraknya dengan Varrel. Beberapa saat keduanya terdiam dengan isi kepala masing-masing sampai pada akhirnya Ayna mulai sadar dengan tindakan konyol yang baru saja diperbuat. Apa-apaan tadi? Apa itu tidur bareng? Ayna meringis, menggaruk pelipisnya yang tidak gatal. Dalam hati dia merutuki kebodohan dirinya sendiri. Saat ingin menarik kata-kata ucapan Ayna tertahan melihat pria di depannya bersedekap d**a. "Ngaco kamu ya? Atau ngelindur? Sana kembali ke kamar, tidur lagi. Makanya sebelum tidur itu berdoa supaya ngga diganggu

