Ajang Untuk Move On

1101 Words

Sisa perjalanan selama delapan jam sudah terlalui. Varrel merentangkan kedua tagannya, lalu tatapannya beralih pada wanita di sampingnya. Kedua mata wanita itu terpejam, wajahnya terlihat damai. Sebelum membangunkan Varrel lebih dulu merapihkan bajunya. Bandar Udara Internasional Zürich, menjadi tujuan akhir dari perjalanan panjang. Dirasa cukup meluruskan pinggang Varrel mencoba membangunkan Ayna dengan cara mencolek lengannya. Perjalanan kali ini Ayna memang anteng tidak seperti awal. Boleh saja wanita itu anteng, sehabis makan dia lanjut tidur. "Ay? Bangun, Ay, kita mau turun." Dari mencolek Varrel menggoyangkan pelan lengan Ayna. Bukan hanya itu, jari telunjuk Varrel ikut menoel pipi mulus Ayna. Merasa tidurnya direcoki Ayna berdecak kesal. Walaupun begitu kedua matanya tetap terbuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD