Speechless

1016 Words

"Karna aku ngga mau kamu ambil jalan pintas. Aku ngga mau kamu tergiur tawaran yang akan merugikan kita kedepannya. Demi Tuhan aku ngga ikhlas, jadi lebih baik aku konsultasi ke ayah. Karna aku yakin ayah punya solusi." "Maksudnya gimana, Ay?" Tubuh Ayna berputar, menatap laki-laki di depannya dengan lekat. Apa dia pura-pura tidak tahu? Atau memang masih ingin menutupi? Dua langkah Ayna maju mengikis jaraknya dengan Varrel. Ditatap lekat oleh sang istri tentu Varrel kebingungan. Kedua tangan Ayna bersedekap d**a. "Kenapa kamu ngga cerita ke aku? Kenapa selama ini kamu diam? Kamu anggap aku itu apa? Istri atau orang asing? Jarak dari kepergian kamu ke Surabaya sampai detik ini jauh loh, Varrel, tapi keliatannya kamu ngga ada niat bicara. Selama ini aku diam karna nunggu kamu bicara sendi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD