Di saat Nita menangis meratapi nasibnya… Di ruangan berbeda, suasananya justru bertolak belakang. “Lihat sendiri kan, Mas?” Ibu Rika tersenyum puas, sudut bibirnya terangkat penuh kemenangan. “Akhirnya… rencana kita berhasil.” Aurel langsung berdiri, wajahnya berbinar penuh kegirangan. “Mamah memang hebat!” Pak Armand ikut tersenyum, entah karena lega atau karena tak benar-benar memahami apa yang baru saja terjadi. “Iya, Sayang. Kamu memang hebat…” Ibu Rika menyilangkan tangan di d**a, penuh percaya diri. “Mamah sudah yakin. Nita itu keras kepala, tapi kalau sudah menyangkut kebahagiaan kamu, Mas… dia pasti mengalah.” Ia terkekeh pelan. “Seperti dulu waktu kita menikah. Awalnya dia menolak mentah-mentah. Tapi akhirnya? Demi kamu, dia setuju juga.” Pak Armand tersenyum samar, mengi

