SEASON 4 // BAB 80

1723 Words

Di saat Tania sedang larut dalam kegalauan, merasa sendiri di rumahnya yang sunyi, suasana justru berbanding terbalik di rumah Pak Armand—ayah Nita. Rumah itu ramai, penuh hiruk-pikuk yang terasa asing dan menyesakkan. Beberapa perias wajah datang silih berganti. Kotak-kotak kosmetik terbuka, gaun-gaun mahal digantung berjejer. Mereka memoles wajah Nita, mengukur tubuhnya, memilihkan gaun yang dianggap paling pantas. Namun di balik riasan yang semakin sempurna, sorot mata gadis itu justru semakin kosong. Nita sudah berhenti melawan. Mungkin ini memang takdir yang harus ia jalani. Bukan semata karena tak tega pada ayahnya, Pak Armand, tapi juga demi mempertahankan rumah ini—rumah peninggalan almarhumah mamahnya—beserta aset-aset yang sah menjadi haknya. Ia tahu, memaksa Pak Armand, Ibu R

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD