SEASON 2 // Bab 33

1633 Words

Semalaman penuh Gavin dan Laura benar-benar menjalani hidup masing-masing. Dua hati yang dulu saling terikat dalam sandiwara, kini terlepas begitu saja, seperti asing kembali. Pagi pun tiba. Seperti biasanya, Gavin bangun, mandi, lalu bersiap untuk mengajar di kampus. “Mah, Gavin berangkat dulu, ya,” ucapnya setelah selesai sarapan bersama Ibu Alika. “Iya, Sayang…” jawab Ibu Alika lirih, tanpa semangat. Hatinya perih, karena kursi di sampingnya yang biasanya terisi oleh Laura, kini kosong. Tak ada lagi tawa kecil menantu kesayangannya yang selalu bisa mencairkan suasana. “Ya sudah, Mah. Assalamualaikum.” Gavin mencium tangan ibunya, lalu berjalan keluar. Raut wajahnya datar, seolah tidak ada yang salah, seolah tidak ada luka yang mengganjal. Ibu Alika hanya bisa menatap punggung

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD